Ups..Sahabat..

Salah seorang sahabat ngerasa dan tersinggung ma tulisan gw kemarin, which i did not notice since i dont check out FB notes since last Friday.

Awal mulanya ga ngeh bgt kenapa sahabat gw ini tersinggung. Bahkan sampai mengumumkan bahwa kehilangan sahabat segala..:) Ternyata eh ternyata, beliau tersinggung karena abis ngebecandain salah satu sahabatnya dengan kata2 yg serupa yg gw sindir di blog gw sebelumnya.

Duh. Bodohnya gw ga ngeh. Dan gw juga lupa menjelaskan bahwa ya kalo ke antar sahabat deket sendiri, mau becanda kayak gimana juga ya ga masalah. Toh, sahabat sendiri ini, batasan becandaan ya antar sahabat lah yg tau, dan batasannya tidak bisa ditentukan orang lain. Contohnya, gw biasa cela2an sama Yunita, dimana dy suka bilang: “I hate you” trus gw bales “I hate you too…” ato malah dy sering nyeplos; SINTING LO Ye… Kemaruk! dll… gw juga ngebales dengan kegilaan serupa. Tapi becandaan seperti itu ga akan gw keluarkan ke Mpi, bisa2 kupingnya panas dan gw ditampol sama suaminya..xixixi…*becanda deng…suaminya baikkkkkk bgt koq…:)

Klo gw pribadi sih, celaan sekeji apapun, selama dari seseorang yg gw anggep sahabat, pasti bikin gw ketawa. Dan kemarahan yang dibicarakan diruang pribadi dengan sopan, pasti gw hormati setinggi2nya.

Intinya, gw berusaha menyesuaikan. Sahabat baik itu susah bgt dipertahaninnya. Punya sahabat yg tulus dan bisa dipercaya juga susah kita temuin. Kadang ada orang yg ingin sekali gw percaya bahwa dia baik(karena berkerudung/rajin ibadah), tapi kenyataannya terbukti melakukan hal2 yang buruk ke gw dan sahabat2 gw(menjebak/&memfitnah/&menghakimi sepihak).
Yang jadi masalah kalo ngebecandain org yg ga gitu deket sama kita dan ga kita tau story-nya. Itu maksud gw.

Beruntungnya gw punya sahabat2 yang berhati bening dan yang bisa dijadikan cermin.

Yang bening yang selalu mengingatkan kebaikan, meniupkan kata2sejuk seperti; Sabar, tawakal dan maafkan. Mencontohkan kata maaf dengan penuh kemakluman dan kedamaian serta memberi contoh kasih sayang dan kesabaran.

Yang cermin, selalu bersikap apa adanya, mereka bilang gw monyet saat gw bersikap seperti monyet,tidak menasihati panjang lebat tapi memperingatkan secara singkat. Lebih masuk ke gw, sebenernya. Membenarkan sekaligus membatasi kemarahan gw, tapi membuat reda emosi gw dan merasa jauh lebih baik setelahnya. Bantuin gw memaki-maki, menertawakan dan tidak menyampaikannya pada siapapun. Case closed.

Akhirnya, buat yang nganggep gw sahabatnya, gw ucapkan terimakasih sebesar2nya udah mewarnai hari2 gw bahkan dengan ketiadaan. Hanya dengan mengingat bahwa kalian ada disuatu tempat dan berbahagia, sudah cukup bikin gw ikutan bahagia juga. Daaaaaaaannn…maaf sebesar2nya kalo kadang2 gw jadi cermin buram.Dan lebih memilih berdebat untuk menyelesaikan masalah yang memang harus diselesaikan.

Ciao. Mari berusaha jadi sahabat sejati.

2 responses

  1. two thumbs up

    1. makasih, bos…
      hihi…. ex jongos artinya sekarang udah jadi bos kan??

comments here :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: