Pelayan, Pejuang dan Pangeran..

Ialah pelayan. Dengan segala kerendahan hati, penuh rasa syukur dan naluri untuk selalu mendahulukan/menyenangkan orang lain. Namun sebagian pelayan lebih kuat, mampu menghadapi dan mengatasi penderitaan. bertransformasi menjadi pejuang.

Ialah pejuang. Ksatria. menerjang marabahaya untuk mendapatkan yang terbaik. Tahan terhadap ujian, tekanan dan kesulitan-kesulitan hidup. Makin kuat setelah bangkit dari kejatuhan. namun sebagian pejuang lengah, menjadi lemah ditengah keberhasilan. berubah jadi pangeran yang tergantung kepada pelayan.

Ialah pangeran. Lemah dibalik kekuatan. Tidak menghasilkan apa yang dimilikinya. bergantung kepada pelayan. Sakit jika bekerja keras. Namun sebagian pangeran lebih kuat. Mampu menghadapi keruntuhan kekuasaannya. Bertransformasi menjadi pejuang.

Pelayan, Pejuang dan Pangeran. Bukan titel, bukan kasta, bukan juga tingkat kehormatan ataupun ukuran nilai kualitas seseorang. Mereka hanyalah sifat. Sifat yang muncul bergantian di dalam diri satu manusia. Yang kadang satu lebih dominan diantara yang lainnya.

Saya percaya tiap manusia terlahir sebagai pangeran. Dengan derajat yang sama. Toh sama-sama mengawali hidup dengan tidak bisa makan/minum/berpakaian tanpa bantuan orang lain(pelayan).

Dan kemudian, tiap manusia pasti akan menjadi pelayan. Saat memiliki anak, menjadi pegawai ataupun boss. Tiap manusia adalah pelayan dengan cara dan kadarnya masing2.

Tapi pejuang,… tidak semua manusia mampu berjuang. Saat mengkhianati teman untuk mendapatkan sesuatu, itu bukan pejuang. Saat merayu orang tua untuk mendapatkan mobil, pergi berlibur ataupun pinjaman uang, itu bukan berjuang. Pejuang adalah untuk merasakan sakit hati dan kegagalan, mengehadapi rintangan berat, namun tetap mampu menegakkan kepala, tersenyum dan berusaha lebih keras, bersyukur dan bekerja lebih keras tanpa mengeluh.

Seorang pangeran pernah bersikap:
“bukan salah gue dong kalo gue terlahir kaya, dan ampe sekarang gw ga perlu kerja keras tapi bisa banggain kekayaan gw..!!” ia mendengus, mengangkat dagu, memalingkan muka dan menolak berinteraksi.

sikap gw: “Kekayaan ga salah, bangga lo yang salah tempat..” memalingkan muka dan menolak berinteraksi juga.

2 responses

  1. Ilustrasi yang sangat indah … seraya berdoa semoga hidup ini tak PERCUMA ….

    1. Amin,..tau nih lagi kejedug apaan…
      Tumben bisa curhat ala perumpamaan gini..hihi..

comments here :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: