batas privasi pasangan

Hmm,..kali ini, berdasarkan e-mail seorang cewek bingung di milis, gw mau ngebahas soal batas privasi pasangan.

Secara gw belum menikah, yang bakal gw bahas adalah area privasi pasangan yang belum menikah.

Menurut gw, kalo seseorang pacaran serius dan tulus, maka batas privasinya hanyalah sebatas waktu dan fisik. Sementara kalau HP, password facebook, password e-mail dll, itu gw lebih memilih bersama dengan orang yang bisa dengan nyaman berbagi itu semua dengan gw.
Gw bebas ngutak ngatik HP gw dan sebaliknya, buka sms yg baru masuk nerima telfon buat dy, login FBnya buat maenin petsosnya dan dy login FB gw buat maenin Airline manager. Saling tau password email masing2.

Bahkan dari segi keuangan, gw berbagi informasi mengenai kondisi keuangan masing2 kepada pasangan gw. Well, we planned to get married, dan gw merasa kami harus tau kondisi masing2 dan kebiasaan berbelanja masing2.

Mungkin jadinya aneh, trus, batas privasinya dimana dong???

Kalau gw pribadi, privasi yang gw butuhkan adalah waktu sendiri untuk bersama sahabat2 perempuan gw. Tuker cerita, berbagi, bercanda bareng2. privasi yang gw butuhkan(dan pasangan gw berikan) adalah untuk dapat beli sesuatu dengan uang gw sendiri tanpa harus konfirm dulu.Dibiarkan sendiri, bisa menghabiskan waktu bersama piaraan dan keluarga inti gw juga merupakan privasi yang menyenangkan.Boleh pergi kemana aja yang gw suka(walaupun jam malam tetep berlaku..:p), mengenakan baju yg gw suka(walopun ada batas keterbukaan yang berlaku)
Itu privasi gw. Mungkin agak melenceng dari arti sebenernya ya, tapi buat gw, ketidakikutcampuran dy dalam beberapa hal di hidup gw adalah privasi gw. Dan kebebasan yang gw dan pasangan gw butuhkan pastinya berbeda dengan pasangan lain.

Dan privasi yang pasangan gw butuhkan pun sederhana; tidak diganggu saat tidur/istirahat.

Menurut gw hubungan yang damai adalah hubungan yang berbagi lebih banyak daripada menyimpan lebih banyak.


2 responses

  1. “hubungan yang damai adalah hubungan yang berbagi lebih banyak daripada menyimpan lebih banyak.” defnitly rite.

    hmmm…waktu masih pacaran sih batasan privasi gw banyak banget hahaha..,tapi semenjak married gw malah lupa punya batasan kaya gitu…lagipula suami gw orangnya nggak rewel gw mesti gini gitu dan gw juga cukup tahu diri di posisi seorang istri.misal karena dia kerjanya berhari-hari nggak pulang,waktu itu kadang gw manfaatin untuk janjian ma temen-temen,kalo dia ada di rumah ga nggak akan bikin janji sama siapa-siapa dan berusaha semaksimal mungkin to serve him😀

  2. kalo gw lebih milih untuk tau lebih dulu sih,.. hihi…
    Ibaratnya, apa yang sahabat gw tau, harusnya pasangan gw minimal juga tau, tapi apa yang sahabat cowok gw tau, gw harus lebih tau,…whehehe…*ga mo kalah

    Iya sih, seburuk2nya gw sebagai pacar, gw berharap minimal bisa jadi istri yang baik juga.. Kadang suami yang kerjaannya keluar kota terus, itu bisa lebih menghebatkan istri. Gw kebayang nyokap gw, saat anak2nya sakit atau beliau sendiri lagi sakit, bokap ga bisa ditelpon secara lagi ditengah laut. huhu.. dan pasangan gw yg sekarang juga mekanik PU, tapi yg ada di otak gw adalah bagaimana gw bisa (hampir) sebebas single secara bakal sering ditinggal…
    whehehe… egois yah?

comments here :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: