Konfirmasi Part 1 of 3

Seseorang yang “katanya” menganggap gw sahabat, nulis notes ttg gw di awal april lalu. Beliau emg ga ngetag gw, tapi di dalam notes tersebut dy menyebutkan nama lengkap gw dan keluhan2nya thd gw.

Walaupun gw punya sejumlah keluhan yang sebanding dengan apa yang dy keluhkan tentang gw, gw ga akan nulis itu semua. Secara gw udah ga terlalu inget detail sebab2 kekecewaan itu. Gw berusaha melupakan semuanya. Yang ada kalo gw jabarkan dan ternyata ga sesuai dengan kenyataan(karena cuma berdasarkan ingetan gw yang ga sempurna) jadinya malah fitnah. Gw juga ga terbiasa menyimpen detail2 kekecewaan gw terhadap sahabat2 gw yg lain.

Gw disini hanya menjawab. Merespon. Bereaksi. Mengkonfirmasi pernyataan2 tentang gw. Baik yang gw anggap benar maupun ga benar.
Judul:

Masih tentang sahabat , Cha (Chei)
on Wednesday, 07 April 2010 at 15:41

Mestinya aku tidak membuka-buka isi Blogmu
Mestinya tidak perlu
Oke, aku coba untuk terus menambah isi positif thinking di kepala dan di hatiku
sudah sangat sejak lama sekali
Kamu teman bahkan kuanggap sahabat SMAku…the only one that i have
perbedaan jurusan dan minat membedakan arah kita berdua

The only one that i have? kayaknya ngga deh, bukannya punya banyak sahabat2 indah diluar sana? Nevermind. Gw cuma ga suka disanjung untuk kemudian dijatuhin dan dijelek2in begini.

sampai kumenikah tak ada percikan kemarahan
kamu masih mau datang walaupun gak mau nginep menunggui
dan datang hanya sekejap…
aku gak ingat kenapa alasanmu

jujur gw lupa alasan gw waktu itu, tapi yang pasti tentunya sangat mendesak. Yang berkaitan sama urusan kuliah gw. antara waktu itu gw lagi UAS, atau Seminar Skripsi. Sorry gw lupa. Ga mau nginep menunggui? Karena tidak ditawarkan, dan ybs cerita kalo dirumahnya udah rame banget karena banyak yang ngumpul.Lagipula, waktu SMP(3 thn sebelumnya) pernah sekali ayah beliau bilang ga baik kalo anak perawan nginep2 dirumah orang lain selain saudaranya. Jadi gw mengingat&menghormati sekali pendapat ayahnya waktu itu.

dan setahun pertama kontak di antara kita masih baik
yah, walaupun masih sering harus aku yang menghubungimu
dan saat itu –mungkin sampai sekarang– aku sebel
karena gak balance,
masa’ komunikasi tidak dua arah begitu ?

Maaf, gw emang bukan tipe teman yang aktif menghubungi, boleh kroscek sama siapapun orang lain yang anggap gw sahabat. Komunikasi tidak 2 arah? Kapanpun dan jam berapapun ybs telfon, telinga dan mulut gw selalu siap menanggapi. Dan itu berlaku buat siapapun (perempuan)yang menganggap gw sahabatnya.

tapi gak tahu sejak kapan
yang jelas seingatku
sejak aku mengalami sebuah musibah besar dalam hidupku
dan aku tak mengabarimu…..karena terlalu sedih
dan kamu bilang ” oh jadi gue gak penting buat Lo ?”
terakhir itu yang kudengar darimu di telpon

Ini berkesan kalo gw marah dan itu kata2 terakhir gw sebelum menutup telpon. kenyataannya tidak begitu. Saat itu gw ikut menyesal dan malah sempat minta maaf karena ga tau dan ga bisa ikut mendampingi.Trus ybs bilang ga pa2, karena memang waktu itu yang dikabari orang2 yang penting2 aja, makanya keluar lah statement gw itu, dengan maksud menggoda aja. Yang ternyata ditanggapi serius oleh ybs dan ybs menjelaskan ulang maksudnya, tapi seinget gw percakapan setelahnya pun masih berjalan baik2 aja dan ga ada masalah. Bahkan kami berencana bikin janji temu.Tapi ternyata, ada yang nyimpen bara dalam sekam ampe sekarang.

lebaran tahun berikutnya…
sms Idul Fitriku yang hangat itu
kamu balas hanya dengan
” saya atas nama keluarga …….bla bla bla ….”
seingatku kamu gak pernah pakai kata SAYA
dan mulai mengertilah aku…..
kamu menjauh dariku

Apa sih ukuran sms Idul Fitri yang hangat itu? Jujur, gw adalah tipe orang yang membalas sms satu persatu. Dan gw membalas sesuai dengan apa yang dikirim. Penggunaan kata SAYA, itu hanya untuk menyeimbangi kemanisan sms dari ybs. Gw juga hampir ga pernah sms Lebaran duluan ke siapapun(sahabat/teman). Yang manapun. Seandainya gw(atau sahabat2) mempermasalahkan semua itu, gw yakin bakal kehilangan sahabat2 terbaik gw.

.dan sejak ada FB
aku pernah membaca statusmu yang menyindirku…
Wonder Woman ?? Masa’ Sih ?
dimana itu adalah motto dalam profileku

Sama sekali lupa ttg hal ini dan ga pernah ngerasa nyindir ybs ttg mottonya. Bahkan baru tau sekarang kalo mottonya itu. Iya, memang gw tidak perhatian. Yang gw inget status ttg wonder woman itu adalah respon gw terhadap seseorang perempuan(kenalan), yang dikomentari sebagai wonder woman, padahal menurut gw dy ga pantes dianggap wonder woman sama sekali. Kalo ybs memang gw akui sbg wonder woman secara daya juangnya yang tinggi dan memang pantes punya motto spt itu.

Dan aku tambah sadar…..
dan waktu aku posting –yang Demi Allah– tidak sama sekali untuk menyakiti hati siapapun
karena waktu itu aku masih awam dengan NOTE, aku tidak men-tag untuk siapa posting itu kutujukan
yaitu untuk murid-muridku yang lebay dalam berpacaran
Dan kamu pun sangat tersinggung,
dan bilang ” lain yang SOK SUCI”
astagfirullah……aku memang jauh dari suci Chei
kamu ternyata gak tahu kalau ternyata dulu itu aku di bawah pengaruh “mistis”
Demi Allah aku bukan perempuan yang berbakat untuk nakal
Tapi aku juga gak bilang kalau aku sok SUCI
Aku menceritakannya ke kamu
karena aku yakin kamu bisa dipercaya
Karena apapun tentangmu tak masih kusimpan dengan rapi

Yang pertama, gw ngga tersinggung, gw cuma ga suka notes itu yang gw nilai ga fair dalam menilai hubungan pacaran dan terlalu melebih2kan serta menjustifikasi. Yang kedua. KEBOHONGAN BESAR. Gw GA PERNAH tulis “lain yang SOK SUCI” Yang gw tulis waktu itu adalah : “Lain yang ga pernah pacarann..” Dan, gw ga ngebahas soal kemaksiatan atau apapun yang berhubungan dengan mistis. Dan ga pernah keluar dari mulut gw tentang apa2 ybs pernah curahkan ke gw.Dan sampai saat ini, gw masih menganggap diri gw sendiri bisa dipercaya, terlebih untuk urusan curhat dicurhati.

aku terlalu menyayangimu
aku pun masih ingat dengan sangat
pernah aku dengan rela hujan-hujanan
demi menemuimu di rumah
karena aku gak tahu mau kemana liburan sekolah
dan kamu ternyata gak ada di rumah
kamu ke Bali…..
tapi memang aku salah gak telpon dulu
ya karena aku gak punya telpon dan uang untuk telpon😦

Dan gw dan ybs udah pernah membicarakan hal ini dan saat itu gw udah minta maaf. Ternyata bener2masih disimpan dengan rapi. Gw ga yakin bukan sayang namanya kalo saat ybs punya uneg2, ybs tulis panjang lebar dinotes terbuka yang bisa dibaca orang lain dan secara ga langsung ngejelek2in gw.

setelah menikah pun masih aku yang harus menghubingimu untuk tahu bagaimana kabarmu
aku tak bosan Chei
belum lagi yang lain-lain….nyinyiiirrr
Dan kemarin-kemarin lalu
kamu ucapkan ulang tahunku dengan ala kadarnya
tidak mencerminkan kedekatan hati
Aneh

waktu kuwall kubilang mau sowan ke rumah….
kamu cuma bilang…”silahkan…..”
gak mencerminkan persahabatan

nyinyir is my middle name. Alhamdulillah gw masih punya sahabat2 lain yang bisa berpikiran positip ttg gw dan keterusterangan(kejudesan/keketusan) gw. Lagi2 soal telfonan, gw punya beberapa sahabat yang hampir ga pernah gw telfon seumur hidupnya.Dan gw punya beberapa orang yang gw anggap sahabat dan ga pernah nelfon gw seumur hidupnya. Ada yg salah dengan jawaban ‘silahkan’ itu??
Astaga. Bersahabat buat gw ga melulu dicerminkan dengan kata-kata manis n bujuk rayu yg hangat…

–bersambung–

I know what you’re thinking out there, ya udah ga usah temenan gitu aja susah amat sih,.. tunggu ya.. jangan bosen!! baca dulu curhatan gw selanjutnya..

2 responses

  1. wow chezzzzz…lo mesti tulis yang kedua dan ketiga secepatnya…penasaran!
    entah ya chez…cuma gw pernah ngerasain apa yang lo alamin, gw termasuk orang yang seperti lo tulis “Bersahabat buat gw ga melulu dicerminkan dengan kata-kata manis n bujuk rayu yg hangat..” dan emang ada sebagian orang yang menganggap sahabat ya seharusnya bermanis-manis.

    tapi kalo nulis di notes yang notabene nyebut nama seseorang, gw rasa itu kurang etis (menurut gw), lebih baik ga usah disebut lah atau pake nama palsu, khawatir yang bersangkutan bukan cuma tersinggung tapi sakit hati…

    wah,sing sabar ya bu…ayo tulis lagi…hehehehe….

    1. itu copas tulisan adik gw, nda..
      berasa tua sekali denger pendapat dy..hahahaha..

      gw pengen masukin blog tanggapan2 dy mengenai hal ini..tapi mo izin dulu… *mudah2an boleh..

      whehehehehehe…

      Iya sih. Sebenernya sih keluhan2 ybs ini ga akan nyakitin gw kalo aja dy bicarain langsung ke gw dan secara pribadi. Dan seperti kata lo, kalo mau nulis diruang publik, ya pake nama samaran lah.. It’s all about ethics.
      Tapi gw udah kapok. Ga lagi2 deh.

comments here :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: