Sexting, Peterporn dan Perlindungan Anak

Sexting, Peterporn dan Perlindungan Anak
by : Heru Susetyo *

*Tuhan Maha Penerima Taubat Tapi Internet Tidak
(Peri Umar Farouk, 2010) *

Jessica Logan bukan siapa-siapa dan tak dikenal siapa-siapa. Namun pada 2009, gadis 18 tahun yang tinggal di Cincinnati, Ohio ini membuka mata dunia tentang bahaya sexting. Ia yang berada di tingkat akhir sycamore High School ini tewas bunuh diri karena foto telanjangnya yang semula hanya untuk konsumsi sang pacar kini tersebar luas diantara teman-temannya, lalu ke tujuh sekolah di sekitar Cincinnati, bahkan ke tiga negara bagian.
Teman-teman putrinya kemudian banyak yang menjulukinya sebagai ‘slut’ dan ‘whore’ seperti ini :
*
“When she would come to school, she would always hear, ‘Oh, that’s the girl who sent the picture. She’s just a whore,’ ” Jesse’s friend, Lauren Taylor, told NBC News. *

Kondisi ini membuat Jessica, alias Jessie merasa amat terhina, tertekan, dan sekaligus menderita :
*
Last May, Jessie talked to News 5’s Sheree Paolello about how embarrassed and humiliated she was. She said she was being harassed and teased by other students, at home, at school and when she went out. As she tried to explain what it was like, Jessie broke down crying. “I still get harassed and stuff,” she said. “I just want to make sure no one else will have to go through this same thing.” *
<http://mydeathspace.com/article/2009/03/07/Jessica_Logan_%2818%29_hanged_herself_after_her_boyfriend_circulated_a_nude_photo_of_her>

Kepergian Jessica adalah kehilangan besar bagi orangtuanya. Ibunya, Cynthia Logan, mengatakan :

“My only baby that I will never be able to touch again,” Cynthia Logan said through tears. “I will never have grandchildren. I will never be able to hand down my heirlooms. I’m just devastated by these parents that allow their children to do and say anything they want.”
http://news.cincinnati.com/article/20090322/NEWS01/903220312/Nude-photo-led- to-suicide

Namun bukan sekedar itu, bunuh dirinya Jessica Logan semakin membuka mata dunia akan bahaya sexting. Apa itu sexting?

Sexting adalah :

the act of text messaging someone in the hopes of having a sexual encounter with them later; initially casual, transitioning into highly suggestive and even sexually explicit; atau :

a term created by the media referring to sending sexually explicit text
messages. the term is used by adults who are out of the loop, and not by the individuals actually sending the messages. atau :

When a guy and a girl send dirty text messages back and forth to each other. Pictures may also be included, but only if you’re lucky.
http://www.urbandictionary.com/define.php?term=sexting

definisi lain yang diberikan oleh wikipedia adalah :
*
Sexting is the act of sending sexually explicit messages or photographs,
primarily between mobile phones. The word is a portmanteau of sex and
texting, where the latter is meant in the wide sense of sending a text
possibly with images…*

Kemunculan fenomena sexting dilaporkan paling awal pada tahun 2005 oleh Sunday Telegraph Magazine, dan setelah itu mendapat perhatian luas di seluruh dunia, utamanya di UK, Australia, New Zealand, USA dan Canada.

Pada survey yang dilakukan tahun 2008 pada 1280 remaja dan pemuda baik laki-laki maupun perempuan oleh Cosmogirl.com terungkap temuan sebagai berikut : 20% remaja (13 – 19 tahun) dan 33% pemuda (20 – 26) pernah mengirimkan foto-foto porno atau semi porno diri mereka secara elektronik. Kemudian, 39% remaja dan 59% pemuda pernah
mengirimkan SMS-SMS bernada seks/ porno.

Kasus lainnya yang mengemuka adalah kasus Edison Chen. Aktor muda Hong Kong ini gemar merekam adegan seks-nya dengan para artis cantik Hong Kong seperti Gillian Chung, Bobo Chan dan Cecilia Cheung, dan banyak lagi. Sampai suatu waktu senjata makan tuan. Film-film yang direkam dalam laptopnya tersebut berpindah ke ruang publik ketika sang laptop direparasi. Edison lari ke Amerika dan menyangkal habis-habisan keterlibatannya. Namun alat bukti terlalu kuat. Tak sekedar karir Edison hancur. Tahun 2008 tersebut ia menjadi trending topic di google.com China dan menjadi tokoh nomor dua terpopuler di Hong Kong setelah Barrack Obama.

Edison Chen boleh menyesal, namun karir terlanjur hancur. Dan internet bukanlah pihak yang mudah memaafkan. Pun untuk para gadis yang direkamnya.
Masih ingat dalam benak penulis, Gillian Chung menangis dan menyesal luar biasa atas peristiwa tersebut. Dalam siaran di Channel News Asia tahun 2008,
Gillian Chung sambil menangis mengatakan : “Saya masih muda ketika itu, saya tak terlalu banyak tahu, saya menyesal sekali dan tak akan mengulanginya lagi.” Publik-pun bersimpati kepada Gillian.

Namun jangan salah. Indonesia tidak bisa dibilang santun dalam perilaku
sexting. Sudah cukup banyak warga Indonesia yang melakukannya. Remaja, pemuda, hingga kaum dewasa. Fenomena ‘peterporn’ hanyalah salah satu yang menyeruak ke permukaan. Banyak lagi yang belum terungkap. Video dewasa yang melibatkan orang ‘mirip Ariel’, ‘mirip Luna Maya’, dan ‘mirip Cut Tari’ menjadi fenomena karena mereka adalah populer dan tokoh publik. Dan itu adalah bagian dari sexting. Kendati video porno tersebut konon tidak disebarkan oleh orang yang ‘mirip dengan ketiga artis tersebut’. Yang kita resahkan, terlepas apakah itu termasuk dosa ataupun kejahatan, perilaku merekam aktivitas seksual, yang mestinya amat pribadi, kini menjadi konsumsi publik. Menjadi konsumsi mata-mata yang tidak berhak. Termasuk mata-mata
anak-anak Indonesia.

Dan ini bukan yang pertama kalinya sexting yang mulanya konsumsi pribadi lantas masuk ke ranah publik. Dengan kesengajaan salah satu pihak ataupun pihak ketiga. Jauh sebelum karir Ariel-Luna Maya dan Cut Tari ‘hancur’ akibat video Peterporn tersebut, seorang anggota DPR bernama Yahya Zaini hancur karir politiknya akibat beredarnya video skandal-nya dengan artis Maria Eva pada tahun 2004. Yahya kemudian mengundurkan diri dari DPR dan kini entah berada dimana. Sukar dibayangkan bagaimana nasib keluarga Yahya Zaini menanggung ‘musibah’ seperti ini.

Jauh sebelum Yahya-Maria affairs, tahun 2001 muncul satu video dengan nama Bandung Lautan Asmara alias “Itenas 2001′. Video ini adalah rekaman pribadi sepasang muda-mudi Bandung yang ‘berzina’ demi merayakan ulang tahun perpacaran-nya. Karena ‘kebodohan’ sang pria yang ingin memindahkan sang film dari format kaset ke CD melalui jasa transfer VCD maka terungkaplah ‘rekaman pribadi’ tersebut ke ruang publik.

Mereka berdua kemudian diperiksa polisi namun tak pernah ditahan. Pelaku penyebarannya yang kemudian ditahan. Kendati demikian mereka telah terhukum secara moral dan sosial. Sang pria dan wanita kini hilang tak tentu rimbanya. Keluarganya pun luar biasa malu.

Maka, sexting mungkin fun, flirt, and sexy, namun berapa jiwa lagi yang
harus dikorbankan? berapa banyak lagi para Jessica Logan yang akan menyusul bunuh diri, menyusul terhina dan menderita lahir bathin, berapa banyak lagi jiwa yang karir dan karakternya harus hancur? Berapa banyak lagi anak-anak yang kini ‘mirip dewasa’ karena maraknya persebaran sexting tersebut? Ariel, Luna dan Cut Tari boleh jadi mengatakan mereka adalah ‘korban’, namun sejatinya the real victims adalah kita semua, utamanya anak-anak dunia dan anak-anak Indonesia.

Salaya, 16 June 2010
bagian dari orang tua yang resah

=====================================================
Heru Susetyo adalah seorang Mahasiswa Program Doktor Human Rights & Peace Studies, Mahidol University, Thailand, seperti disebutkan di artikel ini . Beliau juga pernah (atau masih ya?) jadi Dosen FH UI Depok. Lebih jauh..

2 responses

  1. really like this!

    1. me too..makanya gw pajang disini.. hihi..

comments here :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: