ngebantu atau..(?)

Saya mungkin jauh lebih muda, kurang pengalaman, dan bukan ahli dalam sesuatu yang saat ini saya lakukan.

Tapi saya paham sekali, apa yang anda lakukan itu tidak benar. Tidak tepat dan bukan semacam bantuan.

Ketika anda mendapati seorang rekan(beda divisi) lalai merespon surel permintaan bos, lalu mencoba mengambil alih tugasnya meskipun diluar divisi anda dan ketika tidak berhasil karena aksesnya hanya dimiliki rekan anda tersebut, kemudian anda langsung menginfokannya ke bos (lewat surel), beserta (melampirkan di surel) bukti2 bahwa anda sudah berusaha mengerjakan hal yang dilalaikan. Itu sungguh bukan bantuan.

Bantuan adalah ketika anda mendapati rekan lalai, anda langsung mengingatkan langsung ke yang lalai. Bukan melalui orang lain atau siapa2. Apalagi (surel) laporan anda ke bos itu anda blind CC kebeberapa orang. Kebiasaan. Setiap ada hal buruk yang saya perlihatkan atau anda (merasa) temukan tentang saya, anda segera meramaikannya melalui surel ke kalangan teman2 anda. Tak apa, saya senang kalau anda puas. Sedikit demi sedikit rasa hormat dan salut saya pun terkikis.

Beruntung, bos langsung melanjutkan surel tersebut kepada saya. Melampirkan surel laporan dan lampiran anda serta menyertakan anda dalam cc.

Beruntung, saya memiliki file2 permintaan dan respon penyedia serta beberapa hal yang mematahkan beberapa poin pada laporan anda. Saya malu kalau ada diposisi anda.

Saya pribadi sebenernya ingin menegur anda langsung, mengingatkan kembali kalau mungkin anda lupa etika komunikasi, tapi mengingat segala prasangka buruk yang (pernah atau mungkin masih) anda miliki terhadap saya, rasanya percuma.

Saya kasian sama anda, anda terlihat seperti bermaksud membuat saya terlihat sangat lalai. Tapi butuh pengorbanan besar, bos tidak sebodoh orang2 yang begitu saja percaya anda. Bos pun mengerti etika komunikasi. Anda juga dianggap culas. Yah, si bos mungkin diperingatkan kalau saya lalai, tapi beliau pun diperingatkan (oleh anda sendiri) kalau anda culas. Saya lebih baik dianggap lalai daripada dianggap culas.

Yah,..seperti yang pernah anda tuliskan; Semua kepalsuan akan terungkap secara tidak disengaja.

Seperti kebaikan yang biasanya anda tunjukkan secara langsung.
Seperti kerabat anda yang berpura2 membutuhkan dan menganggap saya sebagai teman.
Seperti sahabat anda yang tampak bersikap setia didepan anda, sementara dibelakang anda ia menyetujui sambil tertawa2 saat orang lain(bukan saya) berbicara buruk tentang anda.

Saya cuma bisa berharap, Semua kepalsuan akan segera terungkap, baik sengaja atau tidak disengaja.


====================================================

Ada tips bagus nih,… seandainya gw punya detektor keculasan, gw akan lebih mudah untuk waspada..

Tips tambahan dari gw: Tips di link (atau dibawah) sebaiknya dipraktekkan meskipun tidak ada orang yang (terlihat) culas disekeliling anda.

Buat yang ga bisa buka link:

Trik Menghadapi Rekan Kerja Culas

Dalam lingkungan kerja kita bertemu dengan berbagai karakter dari rekan kerja. Kita semua tentu ingin dapat mempercayai rekan kerja kita, tapi pada kenyataannya, ada orang-orang yang memang tidak dapat kita percaya.

Orang seperti ini, mungkin terus menyalahkan anda untuk pekerjaan yang kurang sempurna, mencari-cari kesalahan anda dan melaporkannya pada atasan. Jika anda menemui orang-orang dengan sifat seperti ini, coba beberapa tips di bawah ini untuk menghindarinya.


Buat dokumen untuk semua pekerjaan yang anda lakukan. Jika anda dan rekan kerja semacam ini diminta untuk jadi tim, buat dokumen untuk penugasan yang jadi tanggung jawab anda. Kirim e-mail atau memo pada partner ini soal porsi pekerjaan yang anda tangani. Simpan e-mail atau memo ini di file pribadi anda.
Jika teman kerja anda ini menuduh anda memalsukan tanggal e-mail, buatkan copy dari e-mail tersebut. Dengan cara ini, rekan anda ini tahu ada salinan dari surat resminya.

Jika rekan kerja yang tak dapat dipercaya ini mendapat akses ke dalam pekerjaan anda, selalu up-date copy file dari pekerjaan itu untuk diri anda sendiri.

Jangan berbagi informasi pribadi dengan rekan kerja yang semacam ini. Pertahankan percakapan dengannya hanya dalam batas profesional dan umum.

Kunci lemari dan beri password pada file komputer anda. Jika ada informasi sensitif, seperti daftar klien, pastikan yang ini benar-benar aman.

Selain perlindungan-perlindungan di atas, untuk lebih amannya, jangan bergosip soal rekan kerja anda. Bisa jadi anda salah percaya orang dan malah memberi akses orang lain merusak karir anda.

sumber: perempuan.com

2 responses

  1. satu hal: masih ada aja yang pake cara lama begitu… it’s sooo last decade😀😀😀

    1. yahh,..cara lama atau bukan,..
      ga habis pikir sama orang2 yang diskriminatif..
      Fairy to major, Goblins to some.

comments here :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: