Menikmati sakit

Sakit dan sulit melakukan apa2 adalah kesempatan untuk menikmati waktu.

Sejak Selasa kemarin, gw izin sakit dari kantor. Kerjaannya cuma  membaca buku, tidur dan bersantai (a.k.a menghardik emonq-oshong kalo tiba2 ribut).

Memang ada sisi yang ngerasa bahwa jadi banyak waktu terbuang, proyek yang ngga selesai dan tanggung jawab yang terbelengkalai.

Tapi hey, sepadan koq. Menikmati istirahat. DI tempat tidur seharian. Hal yang bahkan sulit dilakukan di hari libur.

Sakit buat gw adalah peringatan.

Peringatan bahwa sikap kita kurang baik terhadap sesama.

Peringatan bahwa kita sembrono dalam mengkonsumsi sesuatu.

Peringatan bahwa kita harus beristirahat sejenak.

Peringatan bahwa kita selalu diingat oleh Tuhan, untuk diberi peringatan.

Nah loh,…begubet kan jadinya.

ah ya terserah gimana nangkepnya.

Tapi sebaik2nya prasangka adalah prasangka baik.

Katanya.

Kalo yang jagain mukanya begini, bisa cekikikan melulu di tempat tidur..qiqiqiqi..

Apa sih yang terjadi kemarin?? Umm,..sepertinya sih keracunan… gara2 kondisi lagi gak fit, trus jajan sembarang.

Udah lah panas dingin, mual, muntah, pup air sampai keliyengan semua campur jadi satu.

Norit jadi andalan utama. Nyingkirin racun2nya. Trus baru ke dokter minta obat penyembuhan. DIkasih antibiotik sama beberapa anti mual, nyeri perut dan pusing2.

Alhamdulillah hari ini udah mendingan.

Tinggal sekali lagi makan Okonomiyaki *loh! pasti sembuh..

hihihihihihihi….

Cheers! Semoga cepet sembuh yang lagi dan semoga cepet sakit yang membutuhkannya.. hehe..

comments here :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: