Till death do us part..

Kematian sebelumnya ga pernah jadi hal yang menakutkan buat gw.

Gw yakin itu adalah hal yang tak terhindarkan, hal yang tidak bisa diatur manusia, so why bother? kenapa harus khawatir? pasrah aja gw mah.

Sampai gw punya bayi. DOENG. Gw menjadi super duper cengeng, sensitif dan mellow.

Anything related to little child, or child will hardly press the water reservoir valve on my head. ANYTHING.

Bener yang katanya menjadi ibu itu akan banyak merubah diri seorang perempuan. Sense/nalurinya akan menjadi semakin peka. di kasus gw, Katup airmata kayaknya doll.. jebol.

Dulu kalo si M pulang telat, atau telat ngabarin ampe berjam2 gw ga pernah rempong. Sekarang.. dia telat baru mau sejam aja gw yang khawatir terjadi sesuatu. Dan jadi kasak kusuk ga jelas. mau nelpon, takut malah ganggu dijalan lagi bawa motor trus ilang fokus trus malah kenapa2…  yang kebayang cuma kekhawatiran. gak ada itu rasa pasrah kayak dulu.

Dan sekarang, gw takut mati. gw takut, kalo gw cepet dipanggil yang kuasa, Vito gimana? siapa yang didik dan jagain dia nanti? siapa yang ngajarin dia buat survive.. siapa yang mastiin kalo dia akan selalu punya seseorang untuk berpaling.. siapa? siapa? siapa? siapa?

Dulu, gw punya bercandaan sama M.. gw tanya, jika Allah ngambil gw, dan dia boleh menggantikan gw sama perempuan manaaaaaaaa/sapaaaaaaaaaaaaa aja di dunia, dia mau pilih sapa? Dan jawabannya adalaaaaaaaaahh…😄 ah, opderekod…

Tapi sekarang, gw ga mau nanya itu ke Vito, karena gw yakin, siapapun jawabannya, I believe she will not be good enough for him. No woman in this world love him like i do. hehehehehe… *emakposesip

dan hari ini,.. seharian gw menahan airmata.

Pagi ini gw (dan rekan2 kantor) ngelayat Istri seorang rekan kerja. Mereka baru aja punya bayi laki2. umur 40 hari. Anak pertama mereka perempuan, berumur 8 tahun. Atmosfer kesedihan yang parah. Gw bener2 gabisa nahan airmata. gw ga sanggup natap si bayi merah itu. Bisa sesenggukan gw. Yang dikepala gw bayangan kalo gw yang ga bisa menyentuh dan menggapai Vito lagi.. Entah kenapa, seakan2 gw menyerap kesedihan Alm. yg ga bisa meluk dan gendong bayinya lagi. Iya, gw tau memang konyol, tapi itulah yg gw rasain saat itu.

Sempet gw merasa marah sama Tuhan. Rasanya gak adil membiarkan bayi merah itu ditinggal Ibunya. Ibunya harusnya dikasih kesempatan untuk melihat bayinya tumbuh dewasa! Tuhan kejam banget sih!!!!! Buru2 gw istighfar.. berkali2. Minta dikuatkan. Minta dimaafkan atas prasangka buruk gw. Setelah menarik nafas panjaaaaaaaaang berkali2. gw mulai berdoa dalam hati.

Apapun yang terjadi, Allah telah menyiapkan segalanya. Saat mengambil sesuatu,Ia sudah menyediakan penggantinya. Saat memberikan sakit, Ia sudah menyediakan obatnya. Kesulitan apapun yang diberikan, Ia sediakan bantuan untuk melewatinya.

Selalu berusaha berprasangka baik dan berusaha menjadi baik, hanya itu yang bisa manusia lakukan.

Yang tabah ya Mas Kab.. Semoga diberi kekuatan dan ketabahan yang berlipat ganda.

2 responses

  1. Ikut sedih baca ceritanya 😰

    1. 😦 makasih udah mampir dan meluangkan waktu sejenak… hiks..

comments here :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: